Profil Penulis: Rudian Setiawan, Mengabdi untuk Pendidikan dan Sastra di Ketapang
Ketapang,– Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMP Negeri 3 Matan Hilir Utara, Rudian Setiawan tak pernah melepaskan kecintaannya pada dunia sastra. Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 29 Desember 1986, ia telah menorehkan berbagai karya dalam bentuk puisi, cerpen, dan cerita rakyat yang memperkaya khazanah sastra daerah.
Minatnya terhadap kepenulisan tumbuh sejak duduk di bangku kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Berbagai antologi puisi yang telah diterbitkan, seperti Merajut Asa (2013), Lorong Sufi (2015), hingga Jejak Tinta Sang Misteri (2023), menjadi bukti eksistensinya dalam dunia literasi. Karya-karyanya tidak hanya berkutat pada sastra modern, tetapi juga menyelami puisi klasik yang menggali makna mendalam dalam kehidupan.
Selain menjadi pendidik, Rudian memiliki pengalaman organisasi yang kaya. Sejak remaja, ia aktif dalam berbagai kegiatan, seperti Pramuka, OSIS, Paskibra, hingga kelompok Nasyid. Prestasi yang pernah diraihnya meliputi partisipasi dalam Jambore Nasional 2001 di Baturraden dan juara I Nasyid se-Kota Ketapang pada 2004. Kiprahnya di dunia mahasiswa juga terukir saat menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dinas Mahasiswa Ketapang pada 2007-2011.
Pengabdiannya dalam dunia pendidikan tak hanya terbatas di ruang kelas. Sebelumnya, ia pernah mengajar di SMP Negeri 18 Lubuk Batu dan SMP Negeri 4 Matan Hilir Utara sebelum akhirnya bertugas di tempatnya sekarang. Baginya, pendidikan dan literasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, ia terus mendorong siswa dan masyarakat untuk lebih mencintai dunia baca dan tulis.
"Menulis adalah bentuk refleksi dan ekspresi. Dengan menulis, kita bisa berbicara lebih luas, bahkan melampaui zaman," ujarnya.
Kini, Rudian Setiawan menetap di Sungai Awan Kanan dan tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk menjadi pengurus Masjid Nurul Huda. Melalui media sosialnya, ia berbagi inspirasi dan motivasi kepada para pembaca, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dalam dunia literasi.
"Rekah Ranting Kerinduan": Kumpulan Cerpen Terbaru
Semangatnya dalam dunia kepenulisan terus berlanjut dengan peluncuran buku terbarunya, Rekah Ranting Kerinduan, yang diterbitkan oleh Penerbit Indie Forpeka. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang menggali makna mendalam tentang kehidupan, kehilangan, dan harapan. Dengan gaya penulisan yang khas, Rudian menyajikan narasi yang kuat dan atmosferik, membawa pembaca pada perjalanan emosional yang mendalam.
Setiap cerita dalam buku ini mencerminkan pengalaman dan refleksi tentang berbagai aspek kehidupan. Kepekaannya dalam menggambarkan suasana dan emosi membuat Rekah Ranting Kerinduan menjadi bacaan yang menggugah perasaan.
Bagi pencinta sastra, karya ini wajib dimiliki sebagai bagian dari koleksi bacaan yang bermakna. Buku ini telah tersedia dan dapat diperoleh melalui penerbit Indie Forpeka Ketapang atau menghubungi langsung penulis melalui media sosialnya.
Dengan dedikasinya di bidang pendidikan dan sastra, Rudian Setiawan telah membuktikan bahwa seorang guru tidak hanya mendidik di dalam kelas, tetapi juga membangun peradaban melalui tulisan dan karya yang abadi.