Kepala KUA Kecamatan Sandai menjadi Pembicara Acara Bedah Buku Legenda Pohon Kedondong Raksasa dan Launching Buku Haji Muhammad Said






Ketapang, 18 Februari 2025 – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Kabupaten Ketapang kembali mengukuhkan perannya dalam penguatan literasi dan pelestarian budaya lokal dengan menggelar acara Launching dan Bedah Buku. Bertempat di Halaman Perpustakaan Daerah Ketapang, acara ini menjadi ajang diskusi dan refleksi bagi para penggiat literasi, akademisi, serta masyarakat yang peduli dengan dunia literasi.

Acara ini menghadirkan Agus Kurniawan, S.Sos. I., M.I. Kom sebagai narasumber utama, dengan Deki Triadi, S. Pd., M.AP selaku moderator. Deki, yang juga menjabat sebagai Kabid Perpustakaan DKPD Ketapang, memandu jalannya diskusi dengan interaktif, menggali esensi dari karya yang dibedah.


Dukungan Pemerintah dalam Pelestarian Budaya

Bupati Ketapang, Martin Rantan, dalam sambutan yang diwakili oleh Kabid Kearsipan DKPD Ketapang, Lisa Aryati, S.Pd., M.E, menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dalam membangun peradaban, dan pelestarian budaya lokal melalui buku seperti "Legenda Pohon Kedondong Raksasa & Legenda Rakyat Tanah Kayong Lainnya" adalah langkah strategis dalam menjaga identitas daerah.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada Saudara Agus Kurniawan yang telah berkontribusi dalam pelestarian budaya dan sejarah lokal melalui karya ini. Buku ini bukan hanya memperkaya wawasan kita, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang agar tetap mengenal dan mencintai akar budaya mereka sendiri," ujar Lisa Aryati membacakan sambutan Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa Ketapang memiliki kekayaan budaya dan sejarah luar biasa, dan upaya mendokumentasikan serta mengenalkan kembali legenda dan kisah rakyat adalah langkah penting dalam menjaga jati diri suatu bangsa.


Menghidupkan Kembali Tradisi Bercerita

Sesi bedah buku "Legenda Pohon Kedondong Raksasa & Legenda Rakyat Tanah Kayong Lainnya" menjadi daya tarik tersendiri. Para peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga merasakan getaran seorang pencerita, sesuatu yang kian tergerus oleh zaman.

Selain itu, launching buku "Refleksi Hidup, Perjuangan dan Dakwah Haji Muhammad Said" juga menjadi sorotan. Ada satu momen unik ketika seorang peserta mencoba mencari informasi tentang Haji Muhammad Said di Google, namun yang muncul justru entah siapa di Wikipedia. "Sayangnya, peserta tersebut tidak bertahan sampai akhir sesi diskusi. Kalau masih ada, saya ingin bilang, maaf Pak, tokoh ini belum masuk Wikipedia!" ujar sang penulis dengan senyum.


Masa Depan Buku: Cetak atau Digital?

Pertanyaan menarik datang dari seorang mahasiswi Politap, yang mengajukan pertanyaan klasik: "Apakah masih ada yang membaca buku, dan apakah tersedia dalam format digital?"

Jawaban yang diberikan lugas: buku ini sudah tersedia di Playbook. Sedangkan soal kebiasaan membaca, sang penulis tidak berpanjang lebar, tetapi memberikan satu fakta menarik: penjualan buku cetak yang ia produksi justru meningkat dari tahun ke tahun—sebuah sinyal bahwa buku cetak masih tetap diminati.


Menutup dengan Harapan dan Semangat Baru

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran buku, tetapi juga kesempatan berharga untuk berbagi wawasan dan menguatkan kembali semangat literasi di tengah masyarakat.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu, dengan lebih banyak kisah dan inspirasi," tutup Agus Kurniawan, penulis buku.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah yang diwakili oleh Kabid Kearsipan DKPD Ketapang, Lisa Aryati, S.Pd., M.E, serta antusiasme peserta, diharapkan acara seperti ini terus menjadi bagian dari gerakan literasi dan budaya di Kabupaten Ketapang.

#LiterasiKetapang #PerpusdaKetapang #PohonKedondongRaksasa #BerceritaLagi #BukuHajiMuhammadSaid #BudayaMembaca #GerakanLiterasi #LegendaKayong

Postingan Populer